Pilih Saham Bluechip atau Saham Gorengan?

Posting Komentar
perbedaan-saham-bluechip-dan-gorengan
Sumber FreepikAdd caption

Didalam kehidupan kita tak akan bisa terhindarkan dari yang namanya pilihan, tak ubahnya dengan kondisi ketika akan memilih saham. Ada banyak sekali saham perusahaan yang melantai di bursa BEI, hingga saat ini terdapat setidaknya 320 perusahaan yang tercatat pada website
IDX

Selain dibeda-bedakan kedalam beberapa sektor sesuai bidang perusahaan, ada satu lagi pembeda yang sangat populer di kalangan investor saham apalagi kalau bukan saham Bluechip dan saham gorengan. Apa sih sebenarnya perbedaan antara keduanya, kelihatannya yang satu istilahnya lebih formal sedangkan satunya lagi terlihat sangat konvensional sekali seperti nama jajanan saja.

Perbedaan Saham Bluechip dan Gorengan

Salah satu anjuran yang paling sering dikatakan pada seorang pemula dalam dunia saham adalah 
"Kalau masih baru mulai jangan coba-coba beli saham gorengan! Cari yang bluechip aja lebih aman"
Membuat bertanya-tanya kenapa kok bisa namanya saham gorengan, emangnya dia digoreng gitu pake minyak sampe mateng. Dan ternyata memang ada dua istilah tersebut yang sangat dikenal dalam dunia persahaman. Pertama saya ingin menjelaskan tentang saham Bluechip terlebih dahulu

Saham Bluechip

Dari berbagai artikel dan tulisan yang pernah saya baca, istilah bluechip disini merujuk pada hal yang berkaitan dengan kasino, ya walaupun saya sendiri belum dan tidak akan pernah bermain di kasino hehe jadi juga tidak tahu-menahu, yang mana artinya adalah chip yang mahal harganya. 

Nah dalam dunia saham sendiri saham bluechip biasanya merupakan saham dari perusahaan-perusahaan yang sudah terkenal bagus secara usahanya, keuangannya, manajemennya dan benar-benar familiar dengan kehidupan di masyarakat apabila disebutkan nama perusahaannya. Berikut ciri umum dari saham-saham yang masuk dalam kategori bluechip:

1. Likuid

Saham-saham bluechip dapat diidentifikasi melalui frekuensi perdagangannya dalam satu hari ataupun kita bisa meninjau dari data Bid Offer hariannya. Saham yang likuid artinya dapat dengan mudah diperjualbelikan, selalu terdapat pembeli dan penjual setiap harinya. Artinya kita dapat dengan mudah sewaktu-waktu melakukan pembelian atau penjualan saham tersebut. 

2. Market Cap Tinggi

Kapitalisasi pasar yang tinggi membuat saham ini tidak mudah digoreng oleh bandar semena-mena karena membutuhkan dana yang sangat besar untuk dapat menggerakkan harga secara masif pada saham yang memiliki kapitalisasi pasar tinggi. 

3. Aspek Fundamental yang Bagus

Kinerja perusahaan yang stabil atau juga cenderung meningkat dari segi pendapatannya akan tecermin dalam kinerja fundamental yang baik. Saham-saham bluechip biasanya memiliki nilai ROE yang tinggi atau setara dengan PBV ataupun PER-nya. Peningkatan harga seimbang relatif dengan peningkatan aspek-aspek fundamentalnya, sehingga prospeknya akan terus terjaga dalam jangka waktu yang panjang. 

Saham Gorengan

Seperti dalam dunia nyata, gorengan adalah makanan yang sangat menggugah selera terutama disaat musim hujan seperti sekarang ini hehehe. Gorengan hangat dipadu dengan hangatnya kopi disantap diteras rumah sembari menonton hujan yang turun dengan derasnya. 

Namun seperti yang kita ketahui bahwa kebanyakan makan gorengan juga akan berakibat buruk pada kesehatan, dan efeknya tidak terlihat secara instan namun di waktu yang akan datang. Prinsipnya sama seperti makanan gorengan, saham gorengan merupakan saham yang sangat menggiurkan karena dapat memberikan keuntungan fantastis dalam jangka waktu yang cepat apabila momentum kita pas. 

Tapi ya begitulah, resiko apabila kita mulai ketagihan saham gorengan akan berdampak buruk ketika sewaktu-waktu dewi fortuna tidak berpihak pada kita. Alih-alih untung banyak yang ada malah rugi buntung dengan cepat pula. Saham-saham gorengan biasanya merupakan saham second tier ataupun saham-saham baru melantai di bursa (IPO) yang sangat mudah digoreng oleh bandar. 

Suatu ketika saham mengalami ARA (Auto Reject Atas) eh 5 menit kemudian langsung dibanting kembali ke harga awal. Dari sini terlihat memang besarnya resiko apabila memegang saham gorengan. Selain itu berikut adalah ciri dari saham gorengan:

1. Tidak Likuid
Saham gorengan biasanya teridentifikasi dengan nilai transaksi harian yang sepi. Bid Offer hariannya sangat kecil sehingga akan menjadi sulit untuk diperdagangkan secara cepat. Mungkin saja kita bisa membelinya, namun tidak menjamin kita dapat dengan mudah kembali untuk menjualnya dalam waktu yang cepat. 
2. Market Cap Kecil
Dengan nilai kapitalisasi pasar yang kecil, para bandar dapat lebih mudah menggoreng saham tersebut. Usaha untuk menggerakkan harga saham gorengan lebih kecil dibanding saham-saham bluechip. Jadi jangan heran apabila kita masih sering melihat saham-saham yang mungkin tidak begitu kita kenal apa perusahaannya tiba-tiba muncul dalam top gainers harian dengan kenaikan sebesar 25% misalnya. 

Artinya saham tersebut telah digoreng oleh bandar pada hari itu, dan mungkin ada beberapa orang yang beruntung dapat mengikuti trennya namun sekali lagi hal ini sangat beresiko tinggi, tidak menjamin di hari esok harganya akan tetap disitu.  

3. Fundamental Kurang Baik
Saham yang kinerja perusahaannya relatif kurang baik, merugi atau sedang bermasalah, tetapi sahamnya tetap saja terus meningkat hargnya. Dapat dipastikan saham ini sudah digoreng oleh bandar. 

Mungkin cukup disini penjelasan singkat mengenai saham bluechip dan saham gorengan kali ini. Disini saya hanya memberikan saran agar kita selalu menjauhi saham-saham gorengan. Kenapa? Karena menurut saya saham gorengan akan membuat iklim investasi bursa menjadi tidak kondusif. 

Bagaimana tidak mungkin masih banyak diluar sana para pemula yang baru terjun di dalam dunia investasi saham langsung terpapar saham gorengan akan berpotensi mengalami keuntungan dan kerugian yang fifty-fifty dan kebanyakan pasti merugi karena tidak dapat mengikuti pergerakan bandar yang sangat cepat. 

Hal ini dapat menimbulkan psikologi buruk dan membuat mereka enggan lagi masuk ke dunia saham. Sayang sekali kalau sampai seperti itu, mereka-mereka yang mengharapkan keuntungan (capital gain) dari saham malah kecewa karena masih banyak membeli saham gorengan. 

Maka dari itu saya sangat menyarankan kepada semua untuk membeli saham-saham yang bluechip saja dahulu terutama untuk yang masih pemula dalam dunia saham ini. Jangan sampai tergiur keuntungan instan dari saham gorengan karena resiko nya juga sangat besar. Sekian

Dan kalau ternyata anda pernah punya pengalaman tentang saham gorengan boleh banget berkomentar dibawah ya. Pasti sebagai seorang investor pemula ada saatnya kita tergiur dengan saham-saham gorengan.
Affan Farizi
Penulis paruh waktu yang selalu ingin menambah portofolio tulisannya. instagram twitter linkedin

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email