Mempelajari Hal Baru dalam Waktu Kurang dari 24 Jam

14 komentar

belajar hal baru dengan cepat


Teknik mempelajari hal baru dalam waktu 24 jam mungkin agak menyesatkan dan ambigu ya kalau pertama kali dibaca. Karena jika bertanya kepada seorang ahli yang berpengalaman dalam suatu bidang, kemungkinan besar dia akan menjawab perlu ratusan bahkan ribuan jam untuk bisa mendalaminya. 

Tetapi sebelum bergerak lebih jauh, coba bedakan terlebih dahulu antara "cukup bagus dalam suatu hal" versus "ahli dalam suatu hal". Seseorang dikatakan ahli jika sudah mencapai titik terjauh dalam pemahaman akan sesuatu. Sedangkan orang yang sudah cukup paham berarti dia sudah bisa mengatasi permasalahan terkait bidang tersebut dengan cukup baik. 

Apakah dari sini sudah agak jelas? Oke mari kita lanjut 

Belajar adalah proses yang mengubah seseorang dari yang awalnya tidak tahu apa-apa atau tidak kompeten menjadi cukup baik dalam melakukan sesuatu. Contoh kita sebagai orang Indonesia sudah pasti paham dan mengerti mengenai bahasa kita sendiri, Bahasa Indonesia. Serta bahasa-bahasa daerah kita masing-masing. Lalu kita ingin mempelajari bahasa asing, maka yang dilakukan adalah belajar sedikit demi sedikit bahasa asing tersebut. Namun tujuan akhirnya bukan untuk mengetahui tatabahasa seluruhnya, tetapi hanya untuk sekadar paham kalau ada orang yang berbicara dengan bahasa asing tersebut. 

Baca juga artikel mengenai Metode Mencatat yang Efektif

Nah inilah yang dimaksud dengan "cukup baik dalam sesuatu" tadi. Tujuan akhir untuk sekadar menjadi cukup baik  ini bisa digunakan sebagai motivasi yang kuat dalam mempelajari sesuatu. Karena adanya motivasi dan alasan yang kuat akan memudahkan kita dalam meraih tujuan pembelajaran tersebut. 

Lalu apa saja langkah yang harus dilakukan untuk mempelajari hal baru dalam waktu 24 jam?

1. Identifikasi Skill-Skill yang Harus Dipelajari 

Suatu skill mayor pasti terdiri atas beberapa bagian skill minor yang lebih kecil. Maksudnya seperti apa? Contoh simpel. Anda ingin mempelajari cara memasak nasi goreng yang enak untuk anda konsumsi sendiri. Skill utamanya disini adalah memasak nasi goreng. Nah skill memasak nasi goreng ini bisa kita bedah lebih lanjut untuk mengetahui seluk-beluknya. 
belajar hal baru
Ilustrasi proses breakdown skill

Dalam memasak nasi goreng anda perlu tahu peralatan apa saja yang harus disiapkan, bahan-bahan nya apa saja, bagaimana teknik memasaknya dll. Teknik memasak pun masih bisa dibagi-bagi lagi menjadi beberapa kemampuan dasar. Contohnya kemampuan memotong dan mengulek bumbu, kemampuan mengaduk, kemampuan menakar bahan. Jadi tiap-tiap skill minor ini haruslah dipahami betul supaya anda bisa mempraktekkan kemampuan mayornya yaitu memasak nasi goreng. 

Setelah anda mampu membedah apa saja skill-skill minor tersebut, selanjutnya anda harus mengidentifikasi skill minor mana yang paling berguna untuk mendapatkan hasil yang maksimal. 

pareto principle
Pareto Principle

Saya ingin sedikit menjelaskan mengenai Pareto's Principle atau aturan 80:20. Pareto's Principle ini menyatakan bahwa dalam suatu kejadian, 80% hasil yang kita dapatkan itu hanya dipengaruhi 20% usaha yang dilakukan. Apakah anda bingung? Mari coba pahami dengan sesuatu yang mungkin lebih mudah dipahami. 20% dari pakaian anda itu berwarna hitam sisanya adalah warna lain. Tetapi dalam kenyataannya hampir 80% pilihan anda selalu memilih untuk memakai pakaian berwarna hitam dalam acara tertentu yang mengharuskan anda memilih suatu warna tertentu. 

Jadi maksudnya disini kita hanya perlu memaksimalkan skill-skill minor yang paling utama karena hal itulah yang paling berkontribusi pada keberhasilan belajarnya nanti. Karena kembali lagi, tujuan akhirnya cuma agar menjadi orang yang cukup baik dalam hal tersebut.

2. Belajar Secukupnya 

Karena tujuan akhirnya adalah menjadi "cukup baik" dalam sesuatu, artinya kita tidak perlu mendalaminya sedalam mungkin. Cukup dibatasi sampai suatu titik dimana akhirnya kita bisa mengkoreksi kinerja kita kalau terjadi permasalahan tertentu. 

3. Jauhkan Diri dari Hambatan 

Belajar secara efektif adalah suatu keharusan kalau berkeinginan untuk mempelajari sesuatu dalam waktu yang singkat. Bagaimana bisa berlatih dengan baik kalau masih ada saja hambatan yang mengganggu. Maka dari itu, anda harus menyingkirkan atau menghindari terlebih dahulu hal-hal yang berpotensi menjadi distraksi dalam proses latihan, sehingga bisa lebih fokus. 

4. Berlatih selama 20 Jam

Inilah langkah terakhir yang harus dilakukan, apalagi kalau bukan latihan itu sendiri. Tapi pelu digaris bawahi kalau disini maksudnya bukan latihan selama 20 jam nonstop. Saya yakin tidak akan ada orang yang punya ketahanan seekstrem itu.


Strateginya adalah latihan secara berkala. Katakanlah kita meluangkan waktu sekitar 30 menit setiap hari dengan fokus melatihnya. Jadi kira-kira anda akan butuh waktu 40 hari agar bisa mencapai tujuan akhir sebagai orang yang cukup baik dalam sesuatu. 

Mungkin anda sedikit kecewa ya dengan ending-nya ini karena tidak sesuai dengan ekspektasi yang saya tuliskan di judul awal. Tetapi jangan patah semangat, karena belajar itu pasti butuh proses. Dan kita tidak akan pernah bisa merasakan hasilnya kalau tidak mau memulai. 

Saya ada cuplikan quote dari Brian Herbert,
The capacity to learn is a gift; The ability to learn is a skill; The
willingness to learn is a choice
Setiap orang itu punya kemampuan untuk belajar. Yang membedakan antara satu dengan yang lain hanyalah dari segi kemauannya. Siapa yang punya kemauan dialah yang punya kemungkinan lebih besar untuk berhasil. Anda juga bisa mencoba membentuk diri menjadi seorang Fast Learner untuk bisa menyerap ilmu-ilmu baru dengan cepat setiap kali belajar.

Jadi jangan ragu untuk mulai mempelajari sesuatu dengan tambahan trik yang saya jelaskan ini. Saya yakin kita semua sebenarnya bisa dan mampu untuk belajar hal baru dalam waktu 24 jam saja. Tetap semangat dan terus jaga konsistensi dalam mengembangkan diri menuju kearah yang lebih baik.

Akhir kata dari saya
Terima kasih
Affan Farizi
Penulis paruh waktu yang selalu ingin menambah portofolio tulisannya. instagram twitter linkedin

Related Posts

14 komentar

  1. Intinya mau atau tidak, tp biasanya klo udah tertarik akan suatu hal dan belum mengerti pasti akan dicari dan dipelajari.

    >> iotomagz <<

    BalasHapus
  2. Jadi inget dengan judul-judul buku "8jam mahir...,".
    Nggak salah sih, untuk beberapa orang yg sudah punya dasar pengetahuan.. Artikel bagus mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perlu ditinjau lagi itu apakah mahir benar-benar mahir sampai ahli atau ala kadarnya saja yang penting bisa melakukan

      Hapus
  3. Saya jadi teringat quote ini, practice didn't makes perfect, but perfect practice makes perfect. Intinya, sekeras apapun usaha kalian, kalau salah strategi ya gak akan berhasil

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan satu lagi yang penting, menentukan tujuan akhir. Kalau tujuannya belum jelas saya kira sampai kapanpun nggak bakal berhasil

      Hapus
  4. Pengen juga bisa seperti ini. Kebiasaan saya malah kalau belajar sesuatu jadi melebar ke mana-mana gegara saya pengen belajar lebih dalam. Alhasil jadi bingung sendiri juga kalau enggak terpecahkan semua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa kok mbak. Asalkan tujuannya jelas mau semahir apa dan konsisten mempelajarinya saya yakin bakal mudah terselesaikan

      Hapus
  5. Betul sekali, semuanya berawal dari kemauan diri sendiri dulu. Jika sudah ada kemauan untuk belajar, maka ke depannya akan lebih mudah dalam menyerap ilmu dan skill-skill baru. Nice banget quotenya!

    BalasHapus
  6. Belajar hal baru harusnya emang kita harus tertarik atau menyukai hal itu dulu.. Setelah nyaman dan suka dengan hal itu biasanya akan lebih mudah untuk belajar hal" baru itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi adakalanya lho gan kalau kita harus mempelajari sesuatu yang bahkan gak tertarik sama sekali tapi karena tuntutan pekerjaan harus dipelajari. Jadi menurut saya bukan cuma tertarik, tapi juga harus tahu tujuannya apa

      Hapus
  7. Jika sudah tertarik dan suka, dirinya mearasa nyaman. Walaupun sesulit apapun hal itu maka akan di pelajarinya. haha agak lebay ya. Terimakasih infonya gan.

    BalasHapus
  8. wow,jadi ingat kemarin dan ini yang saya alami ketika kegagalan di proses penerimaan mahasiswa baru sbmptn snmptn mandiiri, pkn stan dan lainnya tersisa peluang penerimaan mahasiswa baru dan prodinya berbeda disitu selama sehari menentukan nasib dan jalan hidup siap belajar hal baru

    BalasHapus
  9. Apakah ini cocok diterapkan untuk belajar sistem kebut semalam 😭?
    Dan apalagi dalam sehari besoknya tidak hanya satu matkul, ada beberapa. Kira-kira apakah bekerja baik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa banget. Mungkin bisa diterapkan waktu SKS, karena tujuan akhirnya kan hanya agar bisa mengerjakan saja. Bukan memahami sepenuhnya.
      Ya tapi efek jangka panjangnha kurang bagus juga sih kak, DWYOR

      Hapus

Posting Komentar

Follow by Email